Kamis, 22 September 2011

inilah beberapa tanda orang sebelum wafat

ini merupakan repost entah yang keberapa dari sini, sini, serta sini. terlepas dari itu semua yang penting ane membantu memberikan sadikit informasi yang seharusnya kita ketahui. selaku muslim ane berhak untuk mengingatkan dan menyampaikan kepada sesama. gak perlu banyak basa basi mari kita nikmati




TANDA 100 HARI SEBELUM MENINGGAL
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.
Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.


TANDA 40 HARI SEBELUM MENINGGAL
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.


TANDA 7 HARI SEBALUM MENINGGAL
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.


TANDA 3 HARI SEBALUM MENINGGAL
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita Yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.


TANDA 1 HARI SEBELUM MENINGGAL
Akan berlaku sesudah waktu Ashar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.


TANDA AKHIR
Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Senin, 05 September 2011

kisah sang elang

sang elang yang pertama kulihat di kick andy sungguh mengispirasi aku. jiwa muda yang wajib ditiru oleh kaula muda masa sekarang. berikut kisah singkat sang elang yang ane ambil dari sini


Setelah mengembara di beberapa tempat dan mengecap ragam pekerjaan, bisnis pengembang perumahan menjadi pilihan Elang Gumilang. Tak banyak anak muda, apalagi yang masih bergelut dengan buku sebagai mahasiswa, mau terjun ke dunia yang dikenal keras. Niatnya satu, membantu masyarakat memiliki rumah dengan harga terjangkau.

Naluri bisnis menyala sejak kecil dalam hati Elang. Pemuda kelahiran Bogor 23 tahun lalu ini sempat merasai melompat-lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Membuat donat dan menjualnya keliling, menjadi tukang minyak goreng, jualan bohlam lampu, menjadi segelintir pengalamannya meniti bisnis.
“Sejak SMA, saya sudah mencoba belasan pekerjaan sebelum akhirnya memutuskan di bisnis properti,” urai Elang, kepada VIVAnews, akhir pekan waktu lalu.

Elang berfikir, masih banyaknya masyarakat yang tidak memiliki rumah sendiri. Tentunya, karena harganya yang terlalu mahal. Lantas kondisi ini dijadikan sebagai peluang. “Ada 75 juta penduduk kita yang membutuhkan rumah. Sambil sebagai ibadah membantu orang juga,” katanya.

Setelah melalui pertimbangan mendalam, Elang akhirnya terjun ke dunia properti. Awal 2005 Elang mulai bergerak. Bermodal kepercayaan, dan tentu saja patungan modal dari teman-temannya. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mulai membeli sepetak tanah dan membangun rumah pertamanya.

Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi (tipe 22/60) lahir pertama kali. Langsung berpindah tangan ke pemilik baru. “Modalnya cukuplah dari hasil kumpul-kumpul dengan teman dari SMA dan kuliah,” katanya soal awal usahanya.




Rumah Murah Rp 23 Juta - Rp 33 Juta
Berbenderol Rp 23 juta per unit, harga rumah ini diperuntukkan kalangan masyarakat menengah ke bawah . Sembari mengenang, jumlah pekerja yang bersamanya pun masih segelintir orang, sekitar tujuh orang untuk mengurusi administrasi hingga pemasaran.

Bangun bertumbuh dari satu unit menjadi tiga unit hingga kini ia berhasil membangun 200 unit rumah. Targetnya, Elang bisa membangun 2.000 unit rumah sederhana di bawah bendera perusahaan Semesta Guna Grup, miliknya.

Pemuda yang sempat berpindah-pindah dari Sukabumi, Bandung, dan kini menetap di Bogor ini semakin menajamkan intuisinya mengenai kebutuhan perumahaan. Dugaannya tak salah, dalam setahun saja investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai jual objek pajak (NJOP) tanah yang tadinya hanya Rp 50 ribu misalnya, dalam setahun menjulang hingga lima kali lipat.

Di Cilebut dan Cinangka Kabupaten Bogor saja, sudah puluhan hektare ia bebaskan untuk membangun ratusan unit perumahannya. Bahkan, kini ia percaya diri menyediakan perumahaan dalam skala besar. Elang juga mendapatkan kontrak membangun 500 unit perumahan untuk karyawan sebuah perusahaan di Cilebut.

Sementara kawasan perumahan yang dibangun untuk umum 300 unit di Cinangka tak tersisa barang satupun alias sold out. Omzet per bulan yang Elang nikmati kini cukup membuat orang tercengang. Tak kurang dari Rp 20 miliar per tahun dapat ia bukukan. Belum lagi dari kontrak pre periodik terbarunya menambah Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar ke bisnisnya.

Bisnisnya yang berpusat di dekat Kampus IPB, tepatnya Jalan Raya Darmaga Nomor 31 ini, kini merambah dan mempekerjakan orang hingga ratusan karyawan setiap proyeknya. Tak kurang dari 30 tenaga adminitrasi dan 100 pekerja di setiap proyek siap membantunya.


Pertahankan Kepemilikan 40 Persen
Usia perusahaan yang masih belia serta kondisi yang belum stabil menjadi salahsatu batu sandungan usahanya. Kekurangan modal dan masyarakat sekitar terkadang membuatnya memeras otak mencari jalan keluar. Untunglah, naluri bisnis membuatnya tak kehabisan akal.

Bila terbentur persoalan dana, Elang akan mencari penyandang dana dengan sistem bagi hasil. “Kebetulan latar pendidikan saya dari ekonomi, sedikit-sedikit tahu jurusnya,” katanya. Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen.

Naiknya harga bahan baku membuatnya perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian. Bila dahulu Elang melepas satu unit rumah sederhana seharga Rp23 juta per unit, sekarang rencana anggaran biaya (RAB) mencapai Rp33 juta per unit . Dengan jumlah itu baru bisa menutupi biaya produksi sekaligus memberi keuntungan.

Untunglah bergerak di bidang perumahan rakyat membuat konsumennya mendapat bantuan kredit perumahan pemerintah. “Peminat tak terpengaruh dan masih banyak orang yang mencari,” katanya tersenyum.

Masalah premanisme dan penolakan dari masyarakat sekitar sempat menjadi batu sandungan dalam memperluas bisnisnya. Di sinilah, kata Elang, peran sebagai bagian masyarakat punya kuasa menolong. Tak jarang, pendekatan personal yang dia lakukan bersama timnya membuahkan pengertian dan bantuan dari masyarakat.

Kini, selain mengurusi bisnisnya, Elang sibuk mengejar gelar Sarjana Ekonomi. Bercita-cita membangun lebih banyak perumahan bagi khalayak menengah ke bawah. Pemuda yang di sela-sela kesibukannya banyak diundang menjadi pembicara dalam seminar juga mulai melebarkan perusahaannya ke bidang lain seperti pengadaan minyak goreng dan berbagai produk UKM.

Dalam berbagai kesempatan, ia menularkan motto memulai bisnis. “Lihat peluang yang belum terpikirkan orang lain dan ikuti aturan yang ada, insyaallah berhasil.”

Minggu, 22 Mei 2011

what.......

Beberapa hal yang terlupakan adalah semua hal yang tidak tersadarkan. Semua terasa berlalu begitu saja tanpa ada hasil yang positif. Perubahan yang tak kunjung datang. Proses pendewasaan yang begitu sulit karena memang setiap manusia memiliki nafsu sendiri. Sekarang bagaimanakah cara mengendalikan itu. Sampai kapan harus seperti ini. Sampai kapan ya allah. Teguran pun menjadi biasa saja. Apa mungkin ini kekebalan setan itu. What…

Kapan masa yang dulu itu kembali lagi. Masa dimana dunia itu bukan menjadi kebutuhan utama dan dimana akau mengenal akhir. Sampai sekarang belum ku temukan jawabannya. Hanya sekali setahun aku mengetahui bahwa orang disekitar aku itu sangat berarti dan selanjutnya kembali seperti semula. Tolong bukakanlah semua itu.

Melihat orang yang di sholatkan jadi menyadarkan semua itu. Bahwa tidak ada artinya kita semasa di dunia apabila jasad kita telah usai. Betapa gelapnya dunia Mu ini. Dan setelah itu semua pun terlupakan dan yang tertinggal hanyalah siksa batin yang mendalam menunggu panggilan penempatan. Astagfirullah……

Senin, 31 Januari 2011

sadar dong pak...

“ ini tahun keenam atau tahun ketujuh gaji presiden belum naik, betul…..,”

Inilah cuplikan komentar pemimpin negara yang dipilih melalui sistem demokrasi. Komentar ini disampaikan oleh “raja curhat” ini pada rapat pimpinan TNI & POLRI. Walaupun mempunyai gaji yang tidak dapat dikatakan rendah. Menurut data yang dilansir The Economist (Juli 2010) gaji presiden kita sebesar US$ 124.171 atau setara dengan 1,12M (28 kali pendapatan perkapita RI). Fantastis bukan !.
Keluhan seorang negarawan ini sangat konyol karena ditengah kondisi masyarakat yang sulit akan mahalnya kebutuhan pokok sehari-hari yang mungkin salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan pemerintah untuk mengontrol stabilitas harga pasar.
Selain itu, masih banyak lagi masalah yang tak kunjung selesai yang melanda negeri ini seperti masalah bencana alam, kecelakaan transportasi, sistem alutsista militer dan yang terpenting masalah sistem demokrasi yang berujung pada tindakan korupsi.
Gaji presiden saat ini memang masih kalah dari gaji gubernur BI (265jt/bulan), gaji direktur bank BRI (167jt/bln), ataupun gaji direktur utama Telkom (118jt/bln). Tetapi gaji presiden saat ini yakni 62 jt/bln ini merupakan gaji bersih karena ini diluar dari tunjangan yang diterima oleh seorang presiden setiap bulannya diantaranya biaya hidup (konsumsi), busana, protokoler, dan kesehatan. Sedangkan pejabat tinggi BUMN lainnya mungkin harus mengeluarkan salah satu dari itu setiap bulannya. Ironis memang negeri ini.
Seorang presiden curhat sedangkan kerjanya belum tentu becus dan masih banyak yang harus dibenahi. Yang paling konyolnya, belum seminggu pemberitaan mengenai keluhan presiden mengenai gajinya, Menkeu langsung “mengamininnya” dengan mengajukan program kenaikan gaji para pejabat negara yang tentunya melalui persetujuan DPR terlebih dahulu. Kira-kira berjumlah 8000 pejabat tinggi negara yang bakal naik gajinya. Cepet bener doa sih beye ini yah. Apakah ini merupakan sindiran bagi ………..
Ironi semacam ini tentu akan menjadi santapan kita sehari hari sampai para petinggi di negeri ini berganti. Atau lebih sadis nya lagi kita bisa menghilangkan ini semua apabila ada seorang yang mampu memotong generasi rezim penguasa ini dengan berani. Mungkin tidak aka nada yang berani. Maklumlah masih banyak penjilat yang berlindung dibelakang bau nya rezim si kerbo ini.
Tolonglah pak berhenti berkeluh kesah dan bekerja dengan ikhlas….,!!

Rabu, 26 Januari 2011

HOPE

Inilah tulisan pertamaku di tahun yang penuh harapan ini. Harapan yang semoga sesuai harapan. Harapan untuk negeri yang sangat dicintai ini. Ditengah carut marutnya keadaan di negeri ini, kita harus tetap optimis. Optimis yang tidak kita raih di tahun-tahun sebelumnya. Optimisme yang dilukai dengan ketidakjelasan sistem yang berjalan. Optimisme yang hilang karena kemunafikan para penguasa di negeri ini.




Flashback kebelakang, dimana keadaan negeri ini yang disuguhi oleh berbagai bencana, politik gelap,dan ditutup oleh harapan menuai mimpi prestasi olahraga. Para elit senayan yang kerjanya hanya berkoar-koar tanpa solusi ditengah kehidupan yang susah karena kondisi alam yang tidak dapat diprediksi. Ditambah dengan pelaksana pemerintahan yang hanya menyediakan janji yang tidak pasti yang berujung pada kebohongan. Sampai kapan negeri ini harus begini. Apakah kita adalah saksi dari hancurnya negeri ini seperti yang terjadi pada uni soviet pada awal 90an.

Semua pasti tidak ingin negeri yang indah ini hancur begitu saja. Negeri yang memiliki sejuta tawa, keramahtamahan, keindahan budaya, dan kekayaan alam yang berlimpah ruah. Oleh karena itu mari kiita mulai tahun ini dengan optimisme. Optimisme yang dimulai dari hal kecil, yakni diri kita sendiri. Diri dimana nyawa itu hidup. Tak peduli apa yang dikatakan dan dilakukan orang mari kita berjuang untuk hidup kita yang lebih cerah dimasa depan. Dengan harapan semoga negeri yang kita cintai ini kelak akan tentram dan sejahtera.

Rabu, 24 November 2010

Menjadi Indonesia

Suara lantang para tokoh pendiri negeri ini telah tiada. Gerak langkah perjuangan tak kenal lelah tanpa pamrih. Diplomasi dan angkat senjata dilakukan demi sebuah kata “KEMERDEKAAN”. Namun semua itu telah usai beberapa puluh tahun yang lalu. Kini, hanya meninggalkan kenangan patriotis yang hanya mengisi beberapa arsip dan buku sejarah anak sekolah.

Tanpa harus membayangkan flashback dimasa lalu yang suram, kini kita masih disajikan oleh sebuah keadaan dimana patriotis itu tak lagi menjadi prioritas. Mata disajikan oleh hidangan layar kaca yang membutakan mata disaat masyrakat masih memerlukan usapan keringat untuk menyambung tali kehidupan. Kehidupan yang harus ditempuh dengan berat karena kondisi negara yang kaya tapi hidipnya miskin.



Negeri ini sangatlah lucu layaknya judul film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar “Alangkah Lucunya Negeri Ini”. Kondisi yang menggambarkan dimana morat marit nya semua aspek yang menggerakkan negeri ini. Adalah anggota dewan yang meminta tambahan pendapatan melalaui dana aspirasi padahal dilain sisi mereka menerlantarkan para TKI yang tak jelas nasibnya disebuah Bandara transit. Disisi lain mereka tidak lah peka melihat para korban bencana Wasior, letusan merapi, dan tsunami mentawai yang memerlukan bantuan materi dan moril dan meninggalkan mereka untuk plesir ke negeri luar.

Disebuah universitas di Yunani sana, para anggota dewan menjumpai akademisi universitas dimana kata demokrasi itu dilahirkan. Menurut anggota dewan Yunani merupakan negara yang cocok untuk mengadopsi mengenai masalah etika. Dengan melontarkan pertanyaan kepada akademisi universitas , “apa itu prinsip etika menurut anda?”. Akademisi yang juga seorang rektor itu menjawab “hal yang anda lakukan inilah yang merupakan pelanggaran etika, disaat kondisi negara yang masih labil anda pergi meninggalkan negara anda dengan kondisinya”. Jawaban yang dapat menampar muka para anggota dewan yang terhormat.

Ada lagi cerita mengenai kemunafikan para petinggi negeri ini yang menyembunyikan dan meneggelamkan kasus besar. Jangan dulu kasus mafia pajak, century, ataupun BLBI, hal yang sepele seperti kasus pembunuhan munir ini pun belum terungkap. Apa yang harus di tutupi, sampai kapan ini harus ditutupi. Apa ada scenario besar dibalik ini semua. Apakah ada yang berkepentingan di balik ini semua. Biar waktu yang menjwab itu semua. Biar saja bencana yang diberi tuhan karena murkanya terhadap negeri ini yang menjawab itu semua. Negeri yang penuh kemunafikan duniawai. Pasti para pendiri bangsa ini menangis di dalam kubur sana melihat para penerus generasi bangsa ini yang hanya tinggal diam dan menyia-nyiakan hasil perjuangan mereka sebelumnya.

Hanya waktu yang mampu menjawab ini semua. Apabila ini terus berlanjut, kita hanya dapat menyaksikan negeri ini hancur dimasa yang akan datang. Negeri yang dikatakan orang sebagai negeri yang diciptakan tuhan sambil tersenyum. Negeri yang memiliki keindahan alam dan hasil alam yang berlimpah. Negeri yang memiliki sejuta tawa dan senyum. Semoga itu semua tidak terjadi.
GFB/22/11/10.

JESUS Menolak Disalib

Sejarah Bible mencatatkan bahwa Nabi 'Isa al-Masih hanya mengangkat sebanyak dua belas orang murid untuk membantu perjuangannya menyebarkan agama Allah, yaitu suatu jumlah tradisional yang mewakili dua belas suku Bani Israil.

Namun sayang sekali, ternyata tidak semuanya dari sahabat-sahabat beliau adalah orang-orang yang beriman dan setia terhadap Nabi 'Isa putra Maryam ada diantara mereka yang malah membelot dan menjadi musuh dalam selimut, bekerja sama dengan pihak romawi untuk menangkap dan membunuh Nabi 'Isa al-Masih.

Dari dalam Bible kita ketahui bahwa diantara para murid 'Isa al-Masih ada seorang yang telah melakukan tindakan makar berupa pengkhianatan kepada sang Nabi dengan jalan menyerahkan gurunya tersebut kepada pihak Yahudi yang dibantu oleh tentara Romawi, nama pengkhianat ini adalah Judas Iskariot.

"And the chief priests and scribes sought how they might kill him; for they feared the people. Then entered Satan into Judas surnamed Iscariot, being of the number of the twelve. And he went his way, and communed with the chief priests and captains, how he might betray him unto them. And they were glad, and covenanted to give him money. And he promised, and sought opportunity to betray him unto them in the absence of the multitude." (Luke 22:6 KJV)

Namun tindakan makar yang akan dilakukan ini sudah tercium oleh 'Isa al-Masih, sebagaimana yang disinggungnya pada saat pekan hari raya Paskah atau jamuan makan malam terakhir yang dalam versi al-Qur'an dikenal dengan nama al-Maidah itu:

"Setelah Jesus berkata demikian jiwanya sangat terharu, lalu memberikan kesaksian dan berkata: Sesungguhnya aku berkata kepada kamu, bahwa salah seorang di antara kamu akan mengkhianatiku." (Yohanes 13:21)

Dalam sabda berikutnya bisa kita lihat bahwa 'Isa al-Masih menyesali kelahiran muridnya yang melakukan khianat itu dan ini sebenarnya sudah membuyarkan konsep dosa turunan yang harus ditebus oleh putera Maryam sebagaimana yang diajarkan dalam dunia Kristen;

Bila memang 'Isa dijadikan oleh Allah untuk menjadi penebus dosa Adam, maka seharusnya kelahiran Yudas Iskariot tidak perlu untuk disesali justru 'Isa al-Masih dan semua orang Nasrani harus berterima kasih kepadanya, sebab dengan begitu akan ada yang namanya penebusan dosa.



"Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya anak manusia itu dikhianati. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." (Matius 26:24)

"Lalu Jesus berkata kepada Judas, Lakukanlah apa yang akan engkau lakukan secepatnya." (Yohanes 13:27)

Setelah kepergian Judas, Jesus sendiri tidak sudi menunggu dan berpangku tangan untuk ditangkap begitu saja oleh musuh-musuhnya. Jesus berencana untuk segera membuat jalur pertahanan demi menghadapi rencana jahat dari Judas, Jesus lalu menyiapkan para sahabat atau murid-muridnya yang lain untuk ikut pergi bersamanya dengan tidak lupa Jesus juga mengingatkan mereka akan adanya kemungkinan terjadinya bentrokan dan pertikaian nantinya.

"Lalu Jesus berkata kepada mereka: "Ketika aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, uang darurat (bahasa inggris=scrip) dan sepatu, adakah kamu kekurangan apa-apa ?" Jawab mereka: "Suatupun tidak." Lalu katanya kepada mereka: "Tetapi sekarang, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai uang; dan siapa yang tidak mempunyai pedang, maka juallah jubahnya dan belilah satu pedang." (Lukas 22:35-36)

Ini adalah persiapan untuk melakukan Jihad, perang suci, Yahudi melawan Yahudi. Jesus tidak lagi menyarankan para muridnya untuk mempergunakan jalan yang lembut didalam menghadapi para musuhnya, situasi dan kondisi telah berubah dan dengan segala kebijakan maka strategi harus diubah.

Murid-muridnya telah dipersenjatainya, bahwa barang siapa yang tidak memiliki pedang waktu itu, maka jualkanlah jubah mereka untuk membeli satu pedang bagi masing-masingnya. Jesus tahu, untuk menghadapi para musuhnya hanya dengan mengandalkan tongkat yang senantiasa dibawa para muridnya (Markus 6:8) adalah suatu kekonyolan, maka dari itu dia memerintahkan untuk membeli pedang.

Dan manakala para muridnya hanya berhasil mendapatkan dua bilah pedang dalam Lukas 22:38, Jesus tidak bisa berkata lain lagi, Jesus tahu bahwa perlawanan yang akan ia lakukan terhadap para musuhnya kemungkinan besar akan menjadi sia-sia, para muridnya ini tidak bisa melakukan hal yang lebih baik untuk menolongnya.

Kata "Pedang" disini tidak bisa diartikan lain dan haruslah dipergunakan didalam arti sebenarnya, sebab menjual jubah untuk mendapatkan uang dan membeli pedang akan dipakai pada saat perlawanan terhadap Yudas, anda bias melihat didalam Matius 26:51-52, pedang yang dibeli sudah dihunus dan dipergunakan untuk memutuskan telinga orang, jadi jelas bukan pedang kiasan.

Jelas sekali diantara para muridnya waktu itu sudah ada yang memiliki pedang, namun tidak keseluruhan dari mereka. Maka itu Jesus menyuruh bahwa bagi mereka yang belum berpedang, maka diharuskan untuk membeli pedang.

Saya perkirakan waktu itu yang membawa pedang baru 3 orang, yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus, sementara yang delapan lainnya belum memiliki pedang. Dan ditambah dua pedang yang berhasil didapatkan oleh ke-8 muridnya yang lain, jadi jumlah keseluruhan murid berpedang adalah 5 orang.

Jesus juga menyadari dengan minimnya persiapan perlawanan yang ada sudah mengisyaratkan bahwa waktu kepergiannya dari tengah-tengah Bani Israil akan segera sampai.

"Sekarang adalah saatnya bagi anak manusia akan dimuliakan, dan Allah pun akan dipermuliakan bersamanya." (Yohanes 13:31)

"Then Jesus said to them: All you shall be scandalized in me this night. For it is written: I will strike the shepherd, and the sheep of the flock shall be dispersed..." (Matthew 26: 31 - Douay )

"Namun setelah aku ditinggikan, aku akan mendahului kamu ke Galilea. Dan Petrus menjawab, berkata kepadanya: Sekalipun seluruh orang akan mengkhianatimu, aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Jesus menjawabnya: dengarlah apa yang kusabdakan padamu, dalam malam ini saja sebelum ayam berkokok, engkau akan mengingkari aku tiga kali. Petrus menjawabnya: Sekalipun aku akan mati denganmu, aku tidak akan mengingkari mu. Dan begitu juga jawaban para murid semuanya."(Matius 26:31-35)

Jesus hanya tersenyum mendengar penuturan Petrus dan para muridnya yang lain itu, bagaimanapun juga ia sudah lama kenal dengan mereka dan sudah mengetahui kepribadian mereka.

Untuk mengingatkan para muridnya, Jesus memberikan wejangan kepada mereka:

"Siapa yang mengikuti perintahku dan mematuhinya, dialah yang mencintaiku; dan dia yang mencintaiku itu akan dikasihi oleh Allah dan akupun akan mencintainya." (Yohanes 14:21)

"Sesungguhnya Allah itu adalah Tuhanku dan Tuhan kamu. Karenanya berbaktilah kepada-Nya, inilah jalan yang lurus." (Qs. ali-Imran 3:51)

"Semua perkara ini sudah aku katakan padamu, agar jangan kamu kecewa. Engkau akan ditolak oleh mereka dari rumah peribadatan. Waktunya akan tiba, dimana siapa yang membunuh kamu, dia akan berpikir sudah melakukan bakti terhadap Allah; semuanya dilakukan mereka kepadamu sebab mereka tidak mengenal aku dan Allah." (Yohanes 16:1-3)

Dan sebagai akhir dari wejangannya, 'Isa al-Masih mewasiatkan akan kedatangan seorang utusan berikutnya yang akan menggantikan posisi dirinya sebagai seorang utusan Allah. "Sebenarnya, masih banyak perkara yang hendak kukatakan kepadamu, namun kamu tidak bisa menerimanya sekarang. Tetapi apabila dia, Nabi al-Amin telah datang, dia akan mengajarkanmu seluruh hal tentang kebenaran, sebab dia tidak akan berkata-kata menurut kehendaknya sendiri, tetapi apasaja yang akan dia dengar itulah yang akan dikatakannya. Dia akan mengabarkan kepadamu semua perkara yang akan datang." (Yohanes 16:12-13)

"He shall glorify Me; for He shall take of Mine, and shall disclose it to you. All things that the Father has are Mine; therefore I said, that He takes of Mine, and will disclose it to you." (John 16:14-15 New American Standard Bible - NASB)

"Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (Qs. ash-Shaaf 61:6)

Ketika Jesus hendak menyelesaikan wejangannya, wahyu Allah turun kepadanya:

"Dan tatkala Allah bertanya : Hai 'Isa putra Maryam, adakah engkau mengatakan kepada manusia, : jadikanlah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ?, 'Isa menjawab: 'Maha suci Engkau ! Tidaklah patut bagiku berkata apa yang tidak ada hak untukku mengatakannya, maka sesungguhnya Engkau mengetahuinya. Engkau tahu apa yang ada pada diriku, namun aku tidak tahu apa yang ada pada diri-Mu, karena sungguh, Engkaulah yang sangat mengetahui perkara yang ghaib." (Qs. al-Maaidah 5:116)

Dan Jesus menengadah kelangit lalu berseru :

"And this is life eternal, that they might know thee, the only true Elohim, and Yahshua the Messiah, whom thou hast sent." (John 17:3 from The Restored Name King James Version of the Scriptures) "Now they have come to know that everything Thou hast given Me is from Thee; for the words which Thou gavest Me I have given to them; and they received them, and truly understood that I came forth from Thee, and they believed that Thou didst send Me." (John 17:7-8 New American Standard Bible - NASB)

"Ketika aku bersama dengan mereka, aku menjaga mereka yang telah Engkau berikan kepadaku dengan nama-Mu. Tiada satupun yang tersesat kecuali pengkhianat itu." (Yohanes 17:12)

"Tidak aku katakan kepada mereka, melainkan apa yang Engkau perintahkan kepadaku, yaitu beribadahlah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka; maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka." (Qs. al-Maaidah 5:117)

'Isa al-Masih sudah membuktikan dirinya mempunyai keahlian dalam mengatur strategi dan rencana, peka terhadap sinyal-sinyal bahaya dan banyak akalnya. Setelah cukup banyak memberikan nasihat dan wasiat kepada para muridnya, maka seperti yang diceritakan dalam Matius 26:36, Markus 14:26, Lukas 22:39 serta Yohanes 18:1, berangkatlah Jesus malam itu bersama para muridnya yang sebelas orang menyeberangi anak sungai Kidron menuju kepegunungan Zaitun kesatu tempat yang bernama taman Getsemani.

Begitu sampai ditaman tersebut, Jesus alias 'Isa al-Masih mengatur dan menempatkan delapan dari sebelas orang muridnya untuk berjaga dipintu masuk taman, sementara Petrus, Yohanes dan Yakobus diajaknya untuk menjaga dirinya dibagian agak dalam dari taman Getsemani itu :

"Duduklah disini, sementara aku pergi untuk berdoa disebelah sana." (Matius 26:36)

Namun sebelum Jesus meninggalkan para muridnya yang delapan orang itu, dia juga tidak lupa memerintahkan mereka untuk melakukan doa didalam berjaga itu.

"Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." (Lukas 22:40)

"Dan Jesus membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus bersamanya."(Matius 26:37)

Ini adalah strategi yang sudah dirancang oleh 'Isa al-Masih untuk menghadapi para musuhnya. Jesus membawa para muridnya pergi ketaman Getsemani bukan untuk melakukan ibadah kepada Allah, sebab jika memang itu sasaran utama Jesus, dia bias membawa muridnya itu menuju kuil Sulaiman atau juga Bait Allah.

Perhatikan, Jesus tidak mengajak serta kedelapan muridnya untuk beribadah, dia menempatkan murid-muridnya tersebut secara strategis pada pintu masuk taman; dan ingat, sebelumnya Jesus telah mempersenjatai mereka dengan pedang.

Kemudian Petrus, Yohanes serta Yakobus yang terkenal fanatik dan bersemangat, disuruhnya membuat jalur pertahanan bagi dirinya disebelah dalam taman.

Nama Taman Getsemani tersebut hanya disebut dua kali dalam 4 Injil, yaitu pada Matius 26:36 dan Markus 14:32, itu pun ketika menceritakan perihal penangkapan Jesus. Sebelum itu nama Getsemani sebagai tempat Jesus biasa berdoa tidak pernah ditemukan.

Gunung Zaitun (Mount of Olives) hanyalah merupakan tempat Jesus biasa bermalam (Matius 21:1, Markus 11:11, Lukas 21:37, Lukas 19:29, Yohanes 8:1). Sebaliknya, Bait Allah adalah tempat paling sering dipakai oleh Jesus untuk mengajar, bertanya jawab dengan para murid maupun Ahli Taurat, berdoa serta lain sebagainya.

Jadi mengatakan bahwa Getsemani adalah tempat Jesus biasa berdoa, adalah kurang meyakinkan dalam satu telaah kritik ilmiah. Jarak antara Taman Getsemani yang berlokasi digunung Zaitun tampaknya tidak terlalu jauh, inibisa dilihat dalam Markus 13:3 dimana disana diceritakan bahwa Jesus duduk digunung Zaitun sembari menghadapkan pemandangannya kearah Bait Allah. Dengan demikian, alasan berdoa sambil membawa pedang didalam taman Getsemani sama sekali kurang bisa kita terima, hal ini akan berbeda jika disana diceritakan bahwa Jesus ditangkap didalam Bait Allah ketika berdoa dan tanpa kawalan para murid yang memakai pedang.

Tapi buktinya ? Jesus telah mengatur 3 orang sahabatnya yang berpedang mengawal dirinya dan 2 orang yang berpedang lainnya menjaga dibagian masuk taman Getsemani bersama 6 orang lain yang hanya membekal tongkat.


Lagi pula untuk apa sosok Tuhan harus berdoa ? Tuhan berdoa kepada siapa ? Bukankah seperti pandangan kaum Nasrani, 'Isa al-Masih sudah mengetahui apa yang akan menimpa dirinya sebagai korban tebusan dosa Adam ?

"Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu katanya kepada mereka: "Jiwaku sangatlah sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan aku."(Matius 26:37-38)

Jelas bahwa dia kesana bukan untuk berdoa, melainkan untuk membuat jalur pertahanan.

Kita lihat lagi, Jesus menempatkan delapan orang murid dibagian terdepan dan membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus yang dipersenjatai dengan pedang untuk bersamanya guna: "stay you here and watch with me" (Matius 26:38),

Ya, mereka bertiga hanya disuruh untuk "menunggu dan mengawasi", dalam pengertian bahwa ketiganya disuruh untuk mengawalnya ! Dan jika memang Jesus harus berdoa, kenapa harus memilih taman Getsemany ? Bukankah dia bisa memilih tempat yang suci, yaitu Bait Allah ?

Lihat kembali Lukas 19:45-46 : "And he went into the temple, and began to cast out them that sold therein, and them that bought; Saying unto them, It is written, My house is the HOUSE OF PRAYER "

Kenapa dia menyuruh muridnya untuk membawa pedang ? Kenapa harus mengatur ke-8 muridnya dibagian depan dan mengajak yang 3 untuk mengawalnya ?

Jawabnya tidak lain adalah untuk membuat suatu pertahanan, sebab Jesus telah melihat antusiasme yang ditunjukkan para murid-muridnya pada acara jamuan malam, bahwa mereka bisa melawan Yahudi yang akan menangkapnya dan bersedia mati bersama dirinya. (Matius 26:35)

Bagaimana juga, dibalik semua stategi yang matang dan ketenangannya itu Jesus menyimpan rasa khawatir yang tinggi, akankah apa yang direncanakannya ini akan berjalan sebagaimana kehendak Allah sebelumnya, ataukah Allah merubah keputusan-Nya dan membiarkan dirinya ditangkap dan dibantai oleh musuh-musuhnya?

Dalam diamnya, Jesus bersujud, menghadapkan dirinya keharibaan Allah menyerahkan dirinya lahir batin kepada Allah yang maha kuasa:

"Ya Allah, jika saja Engkau berkenan untuk mengangkat beban ini dari diriku; namun bukanlah kehendakku itu yang harus terjadi melainkan kehendak Engkaulah saja yang terjadi." (Lukas 22:42) Sejenak Jesus diam dan mengangkat kepalanya dari sujud, menoleh kepada para sahabatnya, terperanjatlah ia, mereka semua, kesebelas orang sahabat dan muridnya, hanya dalam hitungan beberapa detik sudah pulas tertidur, sungguh perih hatinya.

Alangkah buruk nasib dirinya mendapatkan pengikut yang seperti ini. Disuruh berjaga malah tidur dalam sekejapan, meninggalkan dirinya sendirian. Mengabaikan perintah guru dan Nabinya. Jesus bangkit berdiri dihadapan Petrus yang berdiri tidak jauh dari dirinya dan sedang nyenyak tertidur lalu menegurnya:

"Hai Simon, apakah engkau tertidur ? tidakkah engkau sanggup berjaga hanya untuk satu jam saja ?, Bangunlah dan berdoalah" (Markus 14:37)

Setelah berkata begitu Jesus kembali menjauh dari Petrus dan dua orang lainnya lalu meneruskan munajatnya kepada Allah, memohon agar dirinya selamat dari ancaman musuh-musuhnya, Jesus tidak rela dirinya dijadikan bahan tertawaan, bahan ejekan oleh para seterunya, mati tergantung diatas kayu terkutuk, dihukum, ditelanjangi dihadapan semua orang.



Ketika pemikirannya sampai kesana, bertambah khawatir hati Jesus dan bertambah dia mengharapkan pertolongan Allah kepadanya "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44)

Didalam menanggapi hal ini, Paulus menyatakan dalam Ibrani 5:7

"Dalam hidupnya sebagai manusia, ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada-Nya yang sanggup menyelamatkannya dari maut, dan karena kesalehannya, beliau telah didengarkan."

Untuk itu Allah mengabulkan permohonan Jesus ini lalu mengirimkan malaikat Jibril kepadanya, wahyu Allah telah datang kepada Jesus.

"Lalu kelihatanlah kepadanya seorang malaikatdari langit untuk mengkuatkannya." (Lukas 22:43)

"Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus."(Qs. al-Baqarah 2:253)

Melalui perantaraan malaikat-Nya ini Allah berfirman : "Ketika Allah berfirman: Hai 'Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan akan membersihkan dirimu dari mereka yang kafir..." (QS. Ali Imran 3:55)

Mendengar wahyu Allah ini, hati Jesus menjadi teduh, kepercayaannya terhadap pertolongan Allah pada dirinya semakin kuat akan keterlepasan dirinya dari marabahaya dan kehinaan, lalu ia bangkit dan mendekati para sahabatnya yang masih tertidur, lalu membangunkan mereka semuanya.

"Bangunlah kamu, marilah kita beranjak; lihatlah orang yang mengkhianatiku sudah mendekat." (Markus 14:42)

Sampai disini kita menemukan satu benturan untuk memberikan gambaran lanjutan peristiwa penangkapan diri Jesus yang dilakukan oleh Judas Iskariot, para ahli Taurat serta tentara Romawi yang terdapat dalam 4 Injil kanonik Nasrani, antara Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ... ke-4 pengarang Injil ini memiliki pemaparan cerita yang berbeda mengenai tragedy penangkapan hingga penyaliban Jesus dan banyak beberapa bagiannya tidak bisa disatukan alur riwayatnya